Genderuwo Penghuni Pohon Besar

Genderuwo Penghuni Pohon Besar

Genderuwo

Selain Kuntilanak, Pocong dan Tuyul, Genderuwo juga banyak disebut sebagai salah satu makhluk Supranatural lain yang ada di Indonesia. Genderuwo adalah jenis Iblis atau Jin yang wujudnya menyerupai manusia ini berasal dari tanah Jawa. Wujudnya yang sangat besar dan hitam membuat banyak orang sangat takut jika melihat wujudnya.

Lebih tepatnya wujud dari Genderuwo tersebut memiliku tubuh besar dengan kulit hitam kemerahan yang ditutupi dengan bulu disekujur tubuhnya. Makhluk ini banyak dikenal oleh masyarakat dari pulau Jawa karena memang asal kemunculan Iblis tersebut dari Pulau Jawa. Di daerah Sunda, makhluk tersebut mempunyai nama julukan Gandaruwo.

Genderuwo Penghuni Pohon Besar

 

Tempat hunian makhluk Jin ini berada di bebatuan yang berair, bangunan tua, Pohon Besar yang teduh, atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap, namun yang paling paling sering dijadikan hunian oleh sang Iblis tersebut adalah pohon besar yang berusia sangat tua dan memiliki banyak cabang yang rimbun semacam Pohon Beringin.

Menurut mitos yang beredar, pusat domisili makhkuk ini berada di daerah hutan seperti hutan Jati Cagar Alam Danalaya, Kecamatan Slogohimo, berjarak sekitar 60 km sebelah Timur dari kota Wonogiri, dan juga wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo di Kulon Progo yang juga berjarak kurang lebih 60 km ke barat Yogyakarta.

Beberapa legenda yang menyatakan jika Genderuwo senang bersemayam didalam rahim perempuan, yang mana juga diyakini jika perempuan yang rahimnya semayami oleh Genderuwo akan memiliki gairah seks yang tinggi dan tidak akan mampu menahan gairahnya. Hal tersebut sering terjadi dan dilakukan oleh wanita yang rahimnya disemayami oleh Genderuwo karena gairah wanita tersebut telah seutuhnya dikendalikan oleh Genderuwo.

Ritual Pemanggilan

Genderuwo Penghuni Pohon Besar

Dalam kepercayaan Jawa ada beberapa yang menyatakan bahwa tidak semua Gederuwo memiliki sifat jahat, adapula memiliki sifat yang baik. Yang banyak diyakini sebagai Genderuwo memiliki sifat baik akan menampakan wujudnya sebagai kakek tua dimana akan kelihatan sangat berwibawa.

Kebanyakan juga Genderuwo yang baik tidak memiliki sifat cabul seperti para saudara sebangsanya. Untuk lebih spesifik nya lagi, asal usul Genderuwo diyakini berasal dari arwah orang yang sudah meninggal secara tidak sempurna dimana tubuh nya tidak utuh. Bisa saja dia meninggal karena kecelakaan atau pembunuhan dan semacamnya.

Tidak banyak orang yang dapat melihat wujudnya secara langsung, hanya orang tertentu yang bisa bertemu melihat langsung wujudnya,. Namun jika ada orang yang sangat ingin melihat wujud aslinya secara langsung, dapat melakukan ritual pemanggilan yang dilakukan dengan membakar sate Gagak.

Karena banyak yang meyakini jika makanan kesukaan dan sekaligus hewan peliharaan kesukaan sang Genderuwo adalah burung Gagak. Hal yang paling utama yang harus dilakukan dari ritual pemanggilan ini adalah mengucapkan mantra khusus yang sebelumnya telah disediakan untuk memanggil sang makhluk Genderuwo. Sebagai catatan juga saat sedang menyembelih Gagak haruslah menggunakan pisau yang sangat tajam, karena hal tersebut sangat diyakini akan berperngaruh besar terhadap ritual yang sedang berlangsung.